Galerry Sikrab SIERA 2012

Di Waduk Sermo Kulon Progo.

Indahnya Kebersamaan

SMK Al-Hikmah Gunungkidul.

Menikmati udara pagi

Di Jombambang Jawat Timur

Juara 2 Kaligrafi Provinsi DIY

Di SMK Kalasan Sleman..

BOROMANIA CCN

Di Stadion Lentjen H.Soedirman Bojonegoro

Menikmati indahnya hidup

Di Gunungkidul.

TOURING

Bersama Simbah, Cebong, Jemblek, Ipin, Boncel Bendung Gerak Bojonegoro.

Jembatan Ngoyo

Gunungkidul.

Rabu, 12 Juni 2013

ARTIKEL CASCADE, UPDATE, REPLACE PADA MYSQL

Pada kesempatan ini saya memposting Cascade pada mysql. Langsung saja dah...
CASCADE PADA MYSQL
Pengertian
Cascade bila dibahasa indonesiakan adalah bertingkat, maksudya adalah bila data pada table_induk di delete atau di update maka secara otomatis data pada tabel lain yang memiliki relasi akan di delete/di update juga.
Dengan kata lain, CASCADE adalah baris-baris dalam tabel anak yang berisi nilai-nilai yang juga terdapat dalam kolom yang terkait dari tabel induk.
Contoh Penggunaan
On delete cascade adalah sebuah fitur yang diberikan untuk sebuah tabel yang berelasi  yang memungkinkan untuk menghapus data pada tabel anak apabila data pada tabel parent terhapus. Sintaks on delete cascade biasanya ditempatkan pada kalimat yang mendeklarasikan sebuah foreign key.
Untuk contoh sintaks pada ON DELETE dan ON UPDATE CASCADE :
On delete cascade adalah sebuah fitur yang diberikan untuk sebuah tabel yang berelasi; yang memungkinkan untuk menghapus data pada tabel anak apabila data pada tabel parent terhapus.
Misal kita mempuyai 2 tabel, yakni tabel barang dan  tabel beli. Kemudian kita relasikan kedua table berikut. Gunakan tipe tabel InnoDB, agar relasi tabel bisa berfungsi.

Sintaks Relasi
ALTER TABLE beli ADD FOREIGN KEY (kode_barang) REFERENCES obat (kode_barang) ON DELETE CASCADE ON UPDATE CASCADE;


setelah itu baru kita ujicoba dengan menggunakan perintah Delete pada parent table (barang) :
DELETE FROM barang WHERE kode_barang='220';

Lalu kita tampilkan tabel ‘beli’ untuk melihat efek yang terjadi :

Karena kita menggunakan OPSI CASCADE pada ON DELETE dan ON UPDATE, maka bila kita menghapus salah satu record pada table induk maka record tersebut yang sebagai foreign key di tabel anak pun akan terhapus juga. Data pembelian barang dengan kode_barang=220 dihapus karena barang dengan kode tersebut telah dihapus dari parent table, yakni table barang .
PENGGUNAAN PERINTAH UPDATE DAN REPLACE PADA MYSQL
UPDATE
Untuk mengubah data dalam database anda dapat menggunakan perintah UPDATE.
Syntak:
UPDATE nama_tabel SET kolom1=data_baru, kolom2=data_baru2,...
WHERE syarat;
Contoh Penggunaan
Gunakan kembali database penjualan_yuli
Lihat hasil data sebelum di UPDATE

Kemudian ketikkan perintah berikut:
UPDATE barang SET nama=’buku gambar’, harga=’1500’ WHERE kode_barang=213;
Catatan: jika anda tidak menggunakan fungsi WHERE atau menghilangkannya maka seluruh data dalam tabel akan berubah sesuai data yang anda isikan.

Lihat hasil perubahannya:
Kode_barang=213 yang tadinya “nama=buku” dengan “harga=1000” telah berubah menjadi “nama=buku gambar’ dengan ‘harga1500’.
REPLACE
Fungsi REPLACE selain bisa menambahkan data baru seperti perintah INSERT juga bisa menambah data yang sudah ada.
Contoh Penggunaan
Gunakan  kembali datebase penjualan_yuli. Untuk menambahkan data menggunakan fungsi REPLACE, gunakan perintah dibawah ini:
REPLACE INTO barang VALUES(443,’kertas folio’,2500);
Maka akan tampil hasil berikut

Perintah REPLACE juga bisa digunakan untuk mengubah data.
Sintak
REPLACE(nama_kolom, ‘diganti’, ‘pengganti’);
Bisa dengan query select ataupun update.
Contoh Select
select REPLACE(nama, ‘pulpen’, ‘spidol’) from barang;

Kode_barang=977 yang tadinya pulpen, sekarang berubah menjadi spidol.

Minggu, 26 Mei 2013

MAKALAH ETIKA PROFESI

Selasa, 27 November 2012

PENGERTIAN JQUERY

Pengertian JQuery adalah sebuah framework berbasiskan Javascript. JQuery sama dengan Javascript Library yaitu kumpulan kode atau fungsi Javascript siap pakai, sehingga mempermudah dan mempercepat kita dalam membuat kode Javascript.

Hal yang menarik dari JQuery adalah penekanan interaksi antara Javascript dan HTML. JQuery pertama kali dirilis pada tahun 2006 oleh John Resig.

JQuery memiliki slogan “Write less, do more” yang artinya kesederhanaan dalam penulisan code, tapi dengan hasil yang lebih banyak. 

JQuery sendiri berlisensikan GNU General Public License dan MIT License.

Beberapa kemampuan yang dimiliki oleh JQuery sebagai berikut: 

  1. Kemudahan mengakses elemen-elemen HTML
  2. Memanipulasi elemen HTML
  3. Memanipulasi CSS
  4. Penanganan event HTML
  5. Efek-efek javascript dan animasi
  6. Modifikasi HTML DOM
  7. AJAX
  8. Menyederhanakan kode javascript lainnya
Untuk memudahkan dalam memahami JQuery, sangat dianjurkan terlebih dahulu paham dan menguasai pengkodean HTML, CSS dan Javascript. Secara standar, apabila kita membuat kode javascript, maka diperlukan kode yang sangat panjang. Bahkan terkadang sangat sulit untuk di pahami. Misalnya, fungsi javascript untuk membuat stripe (warna selang-seling) pada baris suatu tabel adalah sebagai berikut :

function stripe (id) {
var even = false;
var evenColor = arguments [1] ? arguments [1] : "#fff";
var oddColor = arguments [2] ? arguments [2] : "#eee";
var table = document.getElementById (id);
if ( ! table) {return;}
var tbodies = table.getElementsByTagName ("tbody");
for (var h = 0; h < tbodies.lenght; h++) {
var trs = tbodies[h].getElementsByTagName("tr");
for (var i = 0; i < trs.lenght; i++) {
if ( ! hasClass(trs[i])) && ! trs[i] . style.backgroundColor) {
var tds = trs[i].getElementsByTagName("td");
for (var j = 0; j < tds.lenght; j++) {
var mytd = tds[j];
if ( ! hasClass(mytd) && ! mytd.style.backgroundColor) {
mytd.style.backgroundColor = even ? evenColor : oddColor;

}
  }
    }
      }
        }
          }

Nah, disinilah peran JQuery sebagai Javascript Library, dimana kita bisa langsung memanggil fungsi yang terdapat di dalam library tersebut, dan hal yang menarik disini adalah kita hanya membutuhkan satu baris untuk membuat warna selang-seling pada suatu tabel.

CSS FONT

CSS dapat memformat font dengan berbagai macam cara mulai dari pengaturan tipe font, ukuran, dll. Saya akan coba bahas satu per satu ya.

Class dan ID Selector

Masih ingat kan pada pelajaran syntax CSS bagian pertama yang di tulis adalah selector. Pada contoh-contoh di pelajaran sebelumnya, anda melihat penggunaan tag HTML sebagai selector.
Misalkan anda membuat kode CSS untuk tag

. Sekarang bagaimana jika anda ingin memformat tag

dengan warna / property berbeda? Misalkan, anda ingin tag

di kolom kiri berwarna biru sementara tag

di kolom tengah berwarna hitam.


Untuk kasus seperti ini, anda bisa menggunakan Class selector dan ID selector.

Class Selector

Class selector adalah penggabungan beberapa properties yang digunakan lebih dari satu kali.
Cara penulisan Class Selector:
.nama-class {property:value;}
Untuk menempelkan class ke dalam tag HTML:
taghtml.nama-class {Property:value;}
Perhatikan tanda titik di setiap awal nama Class. Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda menggunakan tag
dan di akhiri dengan tag
. Contoh:
Penulisan kode CSS:
.tengah {text-align:center;}
p.tengah {color:red;}
h1.kiri {color:blue;}
h1.tengah {color:black;}
Pemakaian kode CSS

Teks tengah akan berwarna merah.

Tag H1 tengah akan berwarna hitam



Tag H1 kiri akan berwarna biru

Hasil:
Teks tengah akan berwarna merah.

Tag H1 tengah akan berwarna hitam

Tag H1 kiri akan berwarna biru

ID Selector

ID Selector mirip dengan Class selector. Untuk membedakannya, gunakanlah ID selector untuk memformat bagian yang hanya muncul satu kali dalam satu halaman web, misalnya untuk memformat bagian menu / sidebar.
Cara penulisan ID Selector:
#nama-ID {property:value;}
Untuk menempelkan ID selector ke dalam tag HTML:
taghtml#nama-ID {Property:value;}
Perhatikan tanda # di setiap awal nama ID. Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda menggunakan tag
dan di akhiri dengan tag
.

Sabtu, 24 November 2012

Implementasi CSS

Ada 4 cara memasang kode CSS ke dalam kode HTML / halaman web, yaitu:
  • Inline CSS
  • Embed atau memasang kode css ke dalam bagian
  • Nge link ke external CSS
  • Import CSS file
Yuk kita bahas satu per satu…

Inline CSS

Kode CSS dituliskan langsung ke dalam tag HTML yang ingin di format. Penulisan cara ini tidak memerlukan penulisan selector dalam kode CSS.
Cara ini sebaiknya hanya digunakan jika anda mau memformat suatu elemen satu kali saja.
Contoh:

Isi paragraf.
Pada contoh di atas, elemen paragraf di format agar tulisannya menggunakan warna biru. Elemen paragraf lain, tidak akan menggunakan warna biru, karena format ini hanya berlaku pada elemen paragraf yang ditentukan kode CSS nya.
Penulisan CSS dengan cara ini di mulai dengan kata style: lalu di ikuti dengan syntax property: value.

Embedded CSS

Anda bisa juga menempelkan kode CSS di antara tag dan
. Penulisan CSS dengan cara ini diawali dengan tag . Contoh:



Dalam contoh di atas semua elemen dalam halaman web tersebut akan diformat  menggunakan font berwarna biru.

External CSS

Kode CSS external di tulis dalam satu file terpisah yang disimpan dengan akhiran .css. Anda lalu perlu memanggil file CSS tersebut ke dalam semua halaman web yang anda buat. Dengan cara ini, anda hanya perlu memiliki satu set kode CSS yang digunakan untuk semua halaman web anda. Jadi ada dua langkah dalam pengimplementasian CSS dengan cara ini.
Contoh:
  1. Anda membuat satu file dengan notepad atau teks editor lain, dan berinama, misalkan: style.css, lalu tuliskan kode-kode css di dalam file tersebut.
    p {font-family: arial; font-size: small;}
    h1 {color: red; }
    
  2. Langkah kedua adalah memanggil file style.css dari semua halaman web. Caranya dengan memasukkan kode di bawah ini, di antara tag dan



Import CSS

Anda bisa juga meng-import CSS ke dalam suatu halaman website menggunakan tag import.
Contoh:
@import "style.css";

atau

@import url("style.css");

Penggunaan Lebih dari Satu Kode CSS

Apabila ada lebih dari satu kode CSS untuk satu elemen, maka yang akan digunakan adalah kode yang lebih spesifik.
Misalkan dalam satu halaman web, menggunakan eksternal style sheet untuk memformat elemen H1 sbb:
h1 {
color: red;
text-align: left;
font-size: 8pt
}
Sementara di halaman web yang sama, di antara tag ada kode CSS sbb:
h1 {
text-align: right;
font-size: 20pt
}
Perhatikan bagaimana pemformatan saling bertabrakan, dari eksternal style sheet, text-align=left sementara dari internal style sheet, text-align=right.
Dalam kasus seperti ini, maka yang akan aktif adalah kode yang lebih spesifik, dalam hal ini, internal style sheet lebih spesifik dibandingkan eksternal style sheet.
Jadi, dalam contoh di atas, kode yang akan diimplementasikan adalah sbb:
color: red;
text-align: right;
font-size: 20pt


Syntax CSS

Syntax / kalimat CSS terdiri dari beberapa set peraturan yang memiliki: 1 selector, 1 property, 1 value.
Format penulisan kalimat CSS:
selector { property: value }
Selector itu untuk menunjukkan bagian mana yang hendak diatur / diformat.
Property untuk menunjukkan, bagian (properti) dari selector yang hendak diatur.
Value adalah nilai dari pengaturannya.
Contoh Syntax:
h1 { color: red }
Contoh di atas menunjukkan
Selector: h1
Property: color
Value: red
Kalau diterjemahkan ke kalimat bahasa Indonesia kira-kira begini: Mengatur color dari h1 ke warna merah (red).

Pengelompokan Selectors

Anda dapat menulis satu kode CSS untuk berbagai macam selector dengan cara menggunakan koma. Misalkan anda mau mengatur agar tag h1, h2 dan h3 semua menggunakan warna merah, maka kode CSS nya menjadi:
h1,h2,h3 { color: red }
Perhatikan penulisan h1,h2,h3 yang dipisahkan oleh koma.

Penggunaan Banyak Properties

Untuk mengatur lebih dari satu properties gunakan pemisah titik koma ( ; ).
Contoh:
h1,h2,h3 {color:red; font-family:arial; font-size:150%;}
Pada contoh di atas, tag h1, h2 dan h3 di atur agar menggunakan warna merah, dengan type font arial, dan ukuran font 150%.

Cara Penulisan Yang Baik

Sangat disarankan untuk menulis kode CSS menggunakan beberapa baris dimana pengaturan property dan values nya di indent. Ya cuma biar rapih dan lebih mudah di baca aja sih, ga harus kok.
h1,h2,h3 {
color:red;
font-family:arial;
font-size:150%;
}
Sekarang anda sudah mengerti aturan dasar penulisan kalimat CSS. Pelajaran berikutnya akan mengajarkan anda mengaplikasikan kode CSS ke halaman website.

CSS Comment

Kadang kala, ada baiknya anda menuliskan komentar ke dalam kode CSS anda untuk memberi catatan pengingat.
Anda bisa menggunakan syntax pembuka /* dan penutup */ untuk menuliskan komentar. Segala teks yang berada di antara tag /* dan */ tidak akan dibaca sebagai kode, tapi hanya sebagai catatan untuk diri anda.
/* Tulis komentar anda di sini */
p
{
text-align: justify;
/* Tulis komentar anda di sini */
color: blue;
font-family: arial;
}